Rabu, Februari 04, 2009

antara stress,tidur dan stroke

Sudah satu bulan ini aku lebih menghabiskan hari-hariku dengan hibernasi. satu bulan yang menurutku agak kacau dalam hidupku. selalu tergoda untuk marah, tapi aku harus bisa bersabar. selalu ditekan, tapi aku harus bisa berlapang dada. sampai akhirnya aku memilih bungkam dulu daripada semua menjadi semakin rumit.

Aku adalah type orang yang lebih memilih tidur agar aku tidak memikirkan segala masalah yang aku hadapi hari ini. menurutku, tidur bisa membuatku hidup di alam baru tanpa harus terkena dampak dari masalah yang aku hadapi hari ini. memang kadang masalah tersebut kadang terbawa mimpi, tapi lebih sering aku hidup dengan kehidupan yang benar-benar baru, maksudku tak ada dampak sedikitpun dari masalah yang kuhadapi hari ini.

Namun masalah kali ini harus aku hadapi sepanjang hari. So, dengan kata lain, aku harus tidur setiap kali masalah itu datang di pikiranku. memang hal ini tidak baik, benar-benar tidak baik. aku harus bisa menghadapi masalah-masalah yang datang menghampiriku. tapi belum sekarang. aku belum tahu caranya untuk menghadapi masalahku yang satu ini. Aku masih mencari jawaban untuk bisa menyelesaikan masalahku ini.

Sebuah kenyataan yang ada adalah manusia itu memiliki 3 pembagian waktu hidup. sedangkan waktu dalam satu hari adalah 24 jam, jadi jika dibagi menjadi 3 waktu hidup, masing-masing adalah 8 jam dan salah satunya adalah waktu istirahat. Manusia seharusnya menghabiskan waktu untuk tidur tidak lebih dari 8 jam sehari sedangkan aku lebih, mengingat tidur bagiku untuk melupakan masalahku sejenak. dan menurut penelitian yang ada adalah jika terlalu banyak tidur, ancaman untuk terkena serangan stroke jauh lebih besar. Ancaman tersebut berbanding lurus dengan lamanya kita tidur jika diatas 8 jam sehari. Jadi, semakin lama kita tidur, semakin besar ancaman kita terkena stroke.

Aku hanya bisa berharap semoga secepatnya aku bisa menemukan jawaban dan mengatasi masalahku ini. ya, masalahku yang satu ini. dengan begitu aku tidak perlu lari dari masalah dengan tidur dan menambah jatah calon korban serangan stroke di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar