Minggu, Februari 08, 2009

ular berbisa

Sebuah kenyataan pahit tiba-tiba saja datang kepadaku. kenyataan yang seharusnya tak membuatku merasa sakit lagi. kenyataan itu datang di saat aku sedang dalam keadaan kalut dan jatuh sehingga mungkin itu yang membuatku merasa sakit yang lebih dalam.

kenyataan itu tentang cerita masa lalu yang seharusnya sudah terkubur rapi dihati. tapi tiba-tiba datang dan tetap saja membuat hatiku tergetar dan sedikit remuk meskipun seharusnya sudah berlalu sangat lama. apakah karena dia dulu pernah menghiasi hatiku sehingga aku layak untuk remuk kesekian kalinya?

seharusnya aku sadar dan mengerti bahwa aku hanya seorang pecundang bagi dia. dan sebenarnya sudah aku sadari beberapa tahun yang lalu. tapi kenapa ketika aku mendengar kenyataan yang sangat berlainan dengan apa yang aku tahu selama ini, dadaku terasa sangat sesak.

apakah karena dulu aku menganggapnya dewi dan kenyataan yang aku terima sekarang adalah dia hanya seekor ular yang hanya bisa menghisap darah dan meludahkan racun kepada setiap korbannya? dan aku adalah salah satu korbannya yang sampai sekarang masih terinfeksi oleh racun bisa-nya sehingga akupun masih lumpuh sampai sekarang?

dia adalah jaring yang membuat setiap pria terjaring dalam pesonanya. tapi dia juga seorang pembunuh yang selalu membunuh hati setiap korbannya. aku mungkin bukan orang yang terlalu terpuruk oleh racun bisanya. tapi ada salah seorang di sana yang sampai sekarang masih menutup hatinya untuk menerima pengganti demi hanya menunggu ular yang jelas-jelas sudah menemukan mangsa yang lebih mengenyangkan. entah menutup hatinya atau sudah benar-benar mati hatinya untuk bisa menerima wanita lain.

Aku harus bangkit. aku gak boleh mati hanya karena lumpuh itu. bisa racun boleh melumpuhkanku, tapi aku harus mampu mengikatnya erat-erat supaya racun tak semakin menyebar dan membunuhku. aku dari sini cuma bisa berdoa supaya dia menemukan orang yang tepat untuk dirinya sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat gigitannya yang mematikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar